Laman

Selasa, 15 November 2016

SDMTQ WONOKERTO Napas Baru di Muhammadiyah

SDMTQ WONOKERTO

Napas Baru di Muhammadiyah




        sekolah Dasar Muhammadiyah Tahfizhul Qur’an Wonokerto atau sering dikenal SDMTQ berlokasi di depan Masjid Jami’ Al-Falah Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. SD tersebut merupakan sekolah yang didirikan oleh lembaga dakwah Muhammadiyah di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokerto dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia yang sudah gamblang membawa misi mendidik generasi hafizh atau penghafal Al-Qur’an.

SDMTQ dibangun sejak awal tahun 2015, dan sudah menerima peserta didik baru mulai Juni 2015 lalu. Sekarang ini, angkatan pertama SDMTQ sudah memasuki semester 2, dan masih menggunakan KTSP sebagai landasan kurikulum yang dipadu dengan program tahfizh.

Pada semester satu yang lalu, semua santri angkatan I sudah menyelesaikan hafizh satu jus, terang Dra Rahma Tripara NS, Kepala SDMTQ Wonokerto. Tercapainya prestasi ini tentunya didukung oleh para ustazh yang berkompeten di bidangnya. Di tahun pertama, SDMTQ sudah mampu mendatangkan 3 ustadz pengampu tahfizh dan sudah menambah satu uztadzah (hafizhah) untuk semester dua ini.

Pada tahun pertama, jumlah santri yang mendaftar di SDMT sebanyak 44 santri. Oleh kebijakan sekolah, sebanyak 44 santri tersebut dibagi ke dalam dua kelas, yakni kelas 1 USTMAN dan kelas 1 ALI, dengan jumlah 22 santri tiap kelas. Tidak hanya program tahfizh, SDMTQ juga berfokus pada mata pelajaran umum, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, dan lainnya.


MURI-Q (Murottal Irama Qur’an) adalah metode pengajaran tahfizh yang digunakan di SDMTQ yang sudah terbukti efektif dalam pengajaran tahfizh di sekolah. Metode yang dikenalkan oleh Ustadz M Dzikron Al-Hafizh ini tidak hanya berfokus pada kegiatan menghafal, tetapi juga begaimana melantunkan Al-Qur’an sesuai tajwid yang benar, sekaligus indah.
Perolehan Medali Lomba OLYQ Tk ASEAN

SHOLAT DHUHA BER JAMAAH

KENALKAN TAHFIZH SEJAK DINI

KENALKAN TAHFIZH SEJAK DINI

Oleh: Lufianto SPd


           Pendidikan anak merupakan hal yang sangat penting. Menjadi apa dan bagaimana si anak, berkaitan erat dengan pendidikannya. Terdapat tiga jenis pendidikan yang membangun karakter anak, yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan. Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya, begitulah gambaran pentingnya pendidikan keluarga. Sedangkan sekolah dan lingkungan juga tidak kalah penting untuk disiasati agar ketika anak menginjak dewasa, paling tidak anak tumbuh tidak jauh dari agama.
Santri SDMTQ Dalam Lomba OLYQ 2016 Tk ASEAN
Di akhir abad ini, generasi penghafal Al-Quran sangat sedikit,  karena teknologi sudah berkembang pesat. Seorang penceramah modern, tak harus hafal qur’an, cukup memakai model tekstual atau digitalnya. Tentu kondisi ini sangat  memprihatinkan. Padahal nasib Al-Quran tidak tergantung pada pemerintah, lembaga agama, maupun bentuk tekstual/digitalnya, tetapi bergantung pada setiap individu yang mengakui dan bersaksi atas kebenaran Al-Quran dan Islam.
Semua mengetahui, menghafal Al-Quran tidak mudah. Oleh karena itu, penyiapan generasi penerus yang menghafal Al-Quran mutlak dilakukan, dengan memanfaatkan masa golden age (0-8 tahun) secara maksimal. Mengarahkan lingkungan yang baik, juga memfasilitasi perkembangan anak yang sekaligus bisa dipantau setiap waktu.
Menanamkan Al-Quran pada anak diusia dini, jauh lebih mudah daripada ketika anak beranjak dewasa. Pada usia dini, daya tangkap anak 6 kali lebih kuat. Hal ini disebababkan anak baru pertama kali mengamati, mengenal, dan meniru. *

Senin, 14 November 2016

Memaknai Tadabbur Alam untuk Meningkatkan Intensitas Syukur, dan kaderisasi


Memaknai Tadabbur Alam untuk Meningkatkan Intensitas Syukur, dan kaderisasi

oleh: Ust. Muhammad Bashori

 

Tadabbur Alam merupakan sarana pembelajaran untuk lebih mengenal ke Maha Besaran Allah SWT yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Nah, kalau ditanya; Wahid, Apa kamu suka tadabbur alam? Pastilah saya akan menjawab,"bukan suka lagi tapi hobi. Bukan berarti menyukai merenung sebagai media penghambur waktu, melainkan sudah menjadi semestinya jika kita mengenal Allah melalui ciptaan-Nya. Dengan begini, terbentuklah sebuah 'character building' yang setidaknya menambah keimanan dan ketakwaan kita. Allah ta'ala berfirman dalam surat al-ghasiyah:
Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan (17). Dan langit bagaimana ia ditinggikan? (18). Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (19). Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan (21).
Oleh karena itu, Jika kita menilik alam semesta sebagai sarana pembelajaran dengan melakukan observasi secara langsung maupun tidak dalam rangka mengenal Allah Azza wa Jalla melalui ciptaan-Nya, pastilah kita menjumpai binatang yang satu ini,'Burung'.
Ada apa sih dengan burung?dan kenapa harus 'Burung'?
InsyaAllah, saya akan menjelaskannya.
Waktu itu saya melihat burung yang dengan setianya mencari nafkah untuk keluarganya. Dapat dilihat bahwa, ia belum mempunyai sebuah tujuan tetap dimana ia akan mendapatkan makanan. Tapi, ia mengerti bahwa bumi Allah itu luas dan Allah maha kaya. Terkadang ia pulang membawa makanan dan membagikannya kepada keluarganya. Itu pun jika tidak cukup ia harus berpuasa. Sekali lagi, Demi kelurganya. Disini jelas sekali bahwa eksistensi dari seorang pemimpin adalah mendahulukan kesejahteraan makmum. Tak peduli atas apa yang terjadi akan dirinya. Coba dibayangkan, Pernahkah kita melihat seekor burung dengan tragisnya membentur-benturkan kepalanya di batu cadas karena merasa stress akibat tidak memiliki tempat mencari makan yang sifatnya tetap. Allahu akbar!
Lantas, Bagaimana dengan kita? Manusia?
ikhwan wa Akhwat Fillah
Sebuah kecenderungan klasik, sepanjang sejarah manusia, bahwa konflik-konflik intelektual yang besar, acapkali terjadi karena adanya pemisahan, sebutlah misalnya , iman yang terpisah dengan rasio. Ketika hati kita mengetahui ke MahaBesaran sang pencipta yang terbentuk dalam sebuah karakter tauhid Rububiyah dalam diri kita atas penciptaan Nya, Kita sudah seharusnya menggunakan 'RASIO' untuk menganalisa dan memahami bahwa penciptaan bumi dan langit beserta isinya merupakan sebuah keteraturan. Adanya sebuah keteraturan itu, tentu melibatkan sang pengatur yaitu Allah Azza wa Jalla.
Oleh karena itu, Lantas bagaimana Memahami Ayat Allah di Alam ?
Dalam Al Qur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya.
Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu
"…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali 'Imraan, 3:190-191)
Di banyak ayat dalam Al Qur'an, pernyataan seperti, "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?", "terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal," memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini
"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. An-Nahl, 16:11)

Marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.
Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu? Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon? Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan. Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah.
Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita. Atau untuk lebih tepatnya, terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun, apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa?
Tak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki kemampuan membuat sebatang pohon. Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat disebutkan:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al-An'aam, 6:59).
Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam ayat lain Allah menyatakan:
Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (QS. Al-An'aam, 6:95)
Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana", maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.



Wisata Qurban Ala Pemuda Muhammadiyah Cabang Wonokerto



Wisata Qurban Ala Pemuda Muhammadiyah Cabang Wonokerto



Pemuda Muhammadiyah Cabang Wonokerto  mengadakan bakti sosial bersama di Dusun Semonet Desa Semut , Cabang Wonokerto pada tanggal 12 September 2016.
Selain itu, kegiatan seperti ini sangat menarik untuk membangun kemajuan daerah Cabang Wonokerto , adanya kekuatan bersama yang saling melengkapi antara komunitas, ormas, Pemuda, mempercepat kemajuan suatu daerah dan menginspirasi masyarakat utk bersama-sama bergerak melakukan perubahan.
Pada kesempatan ini PCPM Wonokerto mendapat kepercayaan dari beberapa donatur berupa 4ekor kambing untuk melaksanakan kegiatan bakti qurban yakni dari RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, dari Ibu Kurniati, karyawan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan, dan dari Bapak Kholimun Muhsin,anggota PCM Wonokerto.
“Alhamdulillah dari 4 ekor kambing tersebut bisa disalurkan kepada warga di Dusun Semonet Desa Semut , Cabang Wonokerto sebanyak 65 paket yang masing-masing paket sebesar ± 300 gram. Dan semmoga tahun depan bbisa dilaksakan lagi”, kata Taufiqurrochman, Ketua PCPM Wonokerto

Gerakan Qurban bersama untuk Sesama PCM Wonokerto




 Gerakan Qurban bersama untuk Sesama PCM Wonokerto
PCM Wonokerto  sukses menyelenggarakan ‘Gerakan Qurban bersama untuk Sesama’. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 12-13 September 2016 difokuskan di kawasan Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Cabang Muhammadiyah Wonokerto.  Hewan yang dikelola PCM Wonokerto  sebanyak .29 ekor kambing dan  34. ekor sapi.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-cabang Wonokerto.  Selain itu, PCM Wonokerto juga mengkoordinir serta mendata jumlah hewan Qurban yang berada di ranting serta Amal Usaha Muhammadiyah kurang lebihnya ada belasan ekor kambing dan belasan ekor sapi. Sampai saat ini data masih dihimpun oleh PCM Wonokerto daerah yang nantinya akan di laporkan di PDM Pekalongan.
“Alhamdulillah partipasi warga Muhammadiyah Wonokerto untuk berqurban semangat saling membantu khususnya di tempat-tempat yang jarang mengadakan Qurban karena kondisi masyarakat yang relatif kurang mampu dan kesadaran berkuban sangat rendah sekaligus syiar Dakwah Muhammadiyah untuk berpartisipasi dalam gerakan  membantu,” kata Bapak Pulkoni,S.Pd. selaku Ketua PCM Wonokerto .

Minggu, 13 November 2016

Musycab PCPM Wonokerto

Musyawarah Cabang Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Wonokerto



Musyawarah Cabang Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Wonokerto telah dilaksanakan pada hari Ahad 1 Mei 2016 yang di selenggarakan di Masjid At Taqwa Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bebel. Pada Muscab PCM Wonokerto tersebut dihadiri oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokerto,Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Wonokerto periode 2010-2015, utusan PRPM se-cabang Wonokerto serta tamu undangan dari utusan PCA Wonokerto dan PCNA Wonokerto. Pada Muscab PCPM Wonokerto lima tahun ke depan dan Taufiqurrochman didaulat untuk menjadi Ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Cabang Wonokerto. Tentunya kita harap banyak sinergi antara Cabang dan juga Daerah, apalagi kita memiliki tugas besar yaitu Menciptakan Masyarakat yang Berkemajuan.
Pelantikan PCPM Wonokerto
Pelantikan PCPM Wonokerto

KOKAM WONOKERTO

Bidang KOKAM dan SAR PCPM Wonokerto

1.     
Upacara Hari Sumpah Pemuda Tahun 2016 di Alun-alun Kabupaten Pekalongan


Pengamanan Pengajian

DIKLATSAR LPB/MDMC PWM Jawa Tengah Di Wonokerto Tahun 2012











1. Melakukan restrukturisasi posisi, peran serta, dan jati diri KOKAM/SAR Pemuda Muhammadiyah, khususnya berkaitan dengan berbagai pihak yang berkebutuhan dengan KOKAM/SAR.

Upacara Hari Sumpah Pemuda Tahun 2015 di Alun-alun Kabupaten Pekalongan
2.      Melakukan sosialisasi, recruitment dan pelatihan intensif KOKAM/SAR dalam upaya meningkatkan kesadaran Pemuda Muhammadiyah dalam perjuangan bela Negara dan membantu masyarakat luas.
3.      Membangun jati diri KOKAM/SAR yang kokoh sehingga mampu menjadikan KOKAM/SAR sebagai media dakwah efektif bagi kalangan pemuda maupun pemudi sebagai bagian dari sistem perkaderan Pemuda Muhammadiyah yang komprehensif dan berkesinambungan.
4.      Melakukan kajian intensif bagi pengembangan pola organisasi, pembinaan dan pembiyaan KOKAM/SAR yang variatif, inovatif dan dapat dipertanggung jawabkan.
Upacara EXPO tahun 2013 di Alun-alun Kabupaten Pekalongan
Upacara Expo tahun 2013 di Alun-alun Kabupaten Pekalongan
Melakukan kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah atau non pemerintah untuk mempersiapkan KOKAM/SAR sebagai lembaga bantuan gerak cepat, tanggap darurat dan memiliki akselerasi tinggi dalam penanganan bencana, situasi kritis dan pengawatan

Sabtu, 12 November 2016

Sejarah Berdirinya Kelompok Bermain Aisyiyah Sijambe

Sejarah Berdirinya Kelompok Bermain Aisyiyah Sijambe



Berdirinya Kelompok Bermain ‘Aisyiyah Sijambe bermula dari inisiatif para pengurus TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Sijambe yang telah mendirikan TK sejak tahun 1993. Adanya inisiatif untuk mendirikan Kelompok Bermain ‘Aisyiyah Sijambe dilatarbelakangi dengan banyaknya anak usia 2-4 tahun di Sijambe yang bermain tak terarah dan seadanya.

Pada 22 Mei 2005, Kelompok Bermain ‘Aisyiyah Sijambe resmi didirikan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Majelis Dikdasmen. Kepengurusan Kelompok Bermain ‘Aisyiyah Sijambe dijadikan satu dengan TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Sijambe. Karena belum memiliki gedung untuk pembelajaran, Kelompok Bermain ‘Aisyiyah Sijambe menempati Gedung MDA Muhammadiyah lama karena MDAM Sijambe sudah memilikigedung baru yang lebih representatif.





Kelompok Bermain ‘Aisyiyah Sijambe memiliki 4 pendidik dan jumlah anak didik rata-rata setiap tahunnya sekitar 20-40 anak didik. Metode  Pembelajaran yang digunakan adalah dengan metode pendekatan sentra dengan menggunakan sentra  antara lain : Sentra Main Peran. Sentra Balok, Sentra Imtak, Sentra Bahan Alam dan Sentra Persiapan. 

Madrasah Diniyah Awaliyah Muhammadiyah Sijambe

Madrasah Diniyah Awaliyah Muhammadiyah Sijambe


Madrasah Diniyah Awaliyah Muhammadiyah Sijambe adalah salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Desa Sijambe pada jalur luar sekolah yang diharapkan mampu secara menerus memberikan pendidikan agama Islam kepada anak didik yang tidak terpenuhi pada jalur sekolah yang diberikan melalui sistem klasikal serta menerapkan jenjang pendidikan yaitu dalam menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat dasar selama selama 4 (empat) tahun dan jumlah jam belajar 18 jam pelajaran seminggu[1]



Dalam sejarah, Keberadaaan Madrasah diniyah di awali lahirnya Madrasah Awaliyah telah hadir pada masa Penjajahan Jepang dengan pengembangan secara luas. Majelis tinggi Islam menjadi penggagas sekaligus penggerak utama berdirinya Madrasah-Madrasah Awaliyah yang diperuntukkan bagi anak-anak berusia minimal 7 tahun. Program Madrasah Awaliyah ini lebih ditekankan pada pembinaan keagamaan yang diselenggarakan sore hari.[2]

Berdasarkan Undang-undang Pendidikan dan Peraturan Pemerintah, Madrasah Diniyah adalah bagian terpadu dari pendidikan nasional untuk memenuhi Permintaan masyarakat tentang pendidikan agama. Madrasah Diniyah termasuk ke dalam pendidikan yang dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam penguasaan terhadap pengetahuan agama Islam.

Dalam perkembangannya, Madrasah Diniyah yang didalamnya terdapat sejumlah mata pelajaran umum disebut Madrasah lbtidaiyah. sedangkan Madrasah Diniyah khusus untuk pelajaran agama. Seiring dengan munculnya ide-ide pembaruan pendidikan agama, Madrasah Diniyah pun ikut serta melakukan pembaharuan dari dalam. Beberapa organisasi penyelenggaraan Madrasah Diniyah melakukan modifikasi kurikulum yang dikeluarkan Departemen Agama, namun disesuaikan dengan kondisi lingkungannya, sedangkan sebagian Madrasah Diniyah menggunakan kurikulum sendiri menurut kemampuan dan persepsinya masing-masing.[3]

Keberadaan MDAM Sijambe berdiri sejak tahun 1985 yang bertempat di Komplek Masjid Muqorrobien Jalan Pattimura Gang Worship  RT 04 RW 01 Desa Sijambe Kecamatan Wonokoerto Kabupaten Pekalongan. Sampai dengan sekarang MDAM Sijambe telah meluluskan sebanyak 26 angkatan.
Kepengurusan MDAM Sijambe dibentuk oleh PRM Sijambe selaku pemilik Amal Usaha Muhammadiyah yang di perbarui setiap 5 (lima) tahun sekali. Untuk dewan pengajar/guru berasal dari kader-kader Muhammadiyah di Ranting Sijambe dan sekitar yang peduli dan rela mengabdikan diri untuk mengajari ilmu-ilmu agama kepada anak didik.

IPM RANTING SIJAMBE

PROGRAM KERJA IPM RANTING SIJAMBE  


IKATAN PELAJAR MUHAMMADIYAH berkeyakinan bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa yang disembah dan diminta pertolongan yang TiadaTuhan selain Dia. Agama Islam Adalah Agama Allah yang dibawa sejak Nabi Adam As sampai Nabi Muhammad SAW dn diajarkan pada umatnya agar mendpatkan kebahagian di dunia dan Akherat. Muhammad sebagai nabi n rasul terakhir sekaligus penyempurna. Dari semangat itulah Ikatan Pelajar Muhammadiyah berkeyakinan mampu menjadi sebuah organiasasi yang selalu melakukan amar maruf nahu munkar yang termaktup dalam firman Allah QS. Ali Imran : 104.

PROGRAM KERJA IPM  SIJAMBE  PERIODE 2011 – 2013
LATAR BELAKANG
Kebijakan PC IPM Cabang Cimanvggu adalagh bagian dari kerangka pengerak IPM selama periode 2011 – 2013. Kebijakan ini di arahkan pada jati diri  Pelajar Muhammadiyah yang kembali pada tujuan awal pendiriannya dan mengupayakannya bentuk pemberdayaan pontensi pelajar di Sijambe . Kebijakan ini disusun berdasarkan hasil Musyawarah dan tinjauan kondisi internal maupun esternal.
Berikut ini adalah kondisi internal dan eksternal :
IPM adalah salah astu Ortom Muhammadiyah yang bergerak di kalangan Pelajar sijambe  yang luas merupakan modal yang perlu dikelola secara intensif, namun dengan keterbatasan waktu dan pengetahuan sehingga belum mampu mengelola secara maksimal Jaringan komunikasi dengan pimpinannya berjalan baik.

ARAH KEBIJAKAN PROGRAM
Kebijakan IPM Periode 2011 – 2013 diarahkan pada pengutan ideologi, pengembangan dan pemberdayaan pelajar di     sijambe .
TARGET PROGRAM
Agar mekanisme program dapat terlaksana sesuai dengan tujuan terbentuknya dirumuskan target program  yang sistematis antara lain :
1.       Mensosialisasikan Dasar – Dasar IPM ke level Pimpinan
2.       Optimalisasi Kinerja PC IPM     sijambe  
3.       Aktifasi IA/UP IPM.
4.       Indetifikasi dan pemberdayaan pontensi Kader
5.       Penguatan jaringan dengan kerjasama ke lembaga Pemerintah     sijambe  atau Organisasi/lembaga lain.

PRIORITAS
Kebinjakan ini diprioritaskan pada penataan sistem IPM pada Ranting dan Pengembangan di berbagai bidang guna memantapkan kualitas Ikatan dan melatih kemandirian, sikap kepekaan sosial dan mutu intelektulitas tinggi pada pribadi Pimpinan.  

KEBIJAKAN PROGRAM IPM
1.        Bidang Kepimpinan Bidang ini diarahkan berupa terciptanya kepimpinan (leadership) yang kuat dan progresif menuju gerakan IPM yang transformatif. Hal tersebut meliputi pengelolaan kepemimpinan dan manajemen serta penataan mekanisme dan sistem kepimpinan dan manajemen.
1)       Optimalisasi kinerja dan prastisipasi pimpinan.
2)       Optimalisasi peran lembaga Kepemimpinan.
3)       Pengembangan komunikasi eksternal.
Rincian program kerja
1)       Mengoptimalisasi pelaksanaan kerja pimpinan dalam rangka mendukung pengembangan program.
2)       Optimalisasi pengembangan dan pembentukan kembali pimpinan ranting yang belum terbentuk atau tidak aktif guna me ningkatkan pemerataan keberadaan pimpinan serta penembangan lembaga – lembaga kepemimpinan lain.
3)       Mengmbangkan fungsi – fungsi pertemua/rapat pimpinan guna penyamaan presepsi dan koordinasi antar pimpinan.
4)       Meningkatkan kemampuna organisasi dan wawasan pe3ngetahuan/keilmuan para pimpinan melalui kegiatan pelatihan , pentaran, pengajian, dan kegiatan lain.
5)       Menitensifasikan dan menoptimalisasikan komunikasi antar pimpinan dengan media tulisan guna menunjang kelancaran ide antar pimpinan.

2.        Bidang Administrasi Umum   Bidang ini diarahkan kepada terciptanya administrasi organisasi yang tertib, rapih, dan memudahkan proses organisasi. Karena itu, bidang ini memiliki program :
1)       Optimalisasi sosialisasi sistem adminitrsi IPM.
2)       Optimalisasi pelaksanaan sistem administrasi IPM.
3)       Optimalisasi pelayanan dan pemenuhan kebutuhan administrasi organisasi.
Rincian Program Kerja
1)       Menempurnakan dan mengsosialikan arah strategi program bidang.
2)       Penggadaan serta sosialisasi pedoman admintrasi IPM keseluruhan jenjang Pimpinan.
3)       Indentifikasi keanggotaan dengan memasyarakat KTA diseluruh siswa/siswi Muhammadiyah se – Kedcamatan  sijambe .
4)       Menertibkan pendataan dsan pengarsipan surat – surat organisasi serta konsep – konsep yang telah disepekati, serta menertibkan dan pemeliharaan inventarisasi harta benda serta dokumen organisasi.
5)       Memasyarakatkan pemakain seragam IPM , Jas resmi IPM, serta atibut organisasi lainnya dalam setiap acara resmi IPM.

3.        Bidang Keungan   Bidang ini memiliki program :
1)       Penataan administrasi keuangan IPM.
2)       Optimalisasi penggalian, pengolahan, dan pemanfaatan dana organisasi.
3)       Pemgembangan spirit kekayaan dan kewirausahaan dengan inovasi lembaga usaha sebagai penompang dana organisasi.
Rincian Program Kerja
1)       Mengintensifikan gerakan dana dan infdak alumni IPM.
2)       Mengintensifikan infak ruti pimpinan.
3)       Menyusun RAPB IPM dan pelaksanaan APB secara tertib dan bertingkat.
4)       Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga keungan atau perusahaan (perbankan atau Asuransi dll) dalam rangka pengembangan dana organisasi untuk kesejahteraan anggota tampa ada ikatan didalamnya.
5)       Bersama lembaga khusus IPM menyusun dan mensosilaisaikan panggailan dana untuk Bidang/Lembaga dalam rangka kemandirian dalam mengelola kegiatan IPM.

4.        Bidang Organisasi Bidang ini diarahkan pada penguatan organisasi (Strutur, suprasikurtur, dan infrastrutur ) guna mewujudkan gerakan transformatif, karena itu bidang ini memiliki program :
1)       Penelitian pontensi organisasi.
2)       Konsolidasi dsan penataan tata kelola organisasi.
3)       Pengembangan dan pengautan fungsi stuktur organasasi
Rincian Program kerja
1)       Penjadwalan kegiatan ranting setiap bulan.  
2)       Melakukan pedataan pontensi organisasi, anggota dan pimpinan IPM disuruh tingkat kepimimpinan guna memudahkan pemetaan kondisi dan pemenuhan administrasi anggotanya/keorganisasian.
3)       Mengintensifikan sistem informasi organisasi melalui penyajian data – data yang telah dihinpun dan diolah sehingga mempermudah mengambil keputusan organosasi berdasrakan sumber data tersedia.
4)       Komunikasi aktif dan kerjasam dengan Muhammadiyah berserta Ortomnya dalam rangka meningkatkan gairah perjungan Muhammadiyah.
5)       Membangun dan memantapkan komunikasi dan kerjasam dengan organisasi lain untuk memperkuat jaringan.
6)       Mengoptimalkan gerakan IPM keluar melalui forum – forum dan media komunikasi.

5.        Bidang Pengkaderan ( KPSDM )
Bidang ini diserahkan pada penguatan karakter kader inti ikatan dalam rangka menumbuhkembangkan semangat yang terorganisir jiwa militansi pada setiap kader. Karena itu bidang ini memiliki program :
1)       Massifikasi rekututmen kader ikatan
2)       Mentoring dan pendampingan sebagai upaya penjagaan nilai – nilai kaderisasi pada kader inti gerakan (mentoring/pengawasan dan penjaga pada kader )
3)       Peningkatan kapasitas pada setiap kader inti ikatan
4)       Tramsformasi kader inti falam berbagai ranah kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara (transformasi kader di berbagai sektor publik)
Rincian program kerja
1)       Melakukan pengkajian sistem pengkaderan IPM yang sesuai dengan kondisi     sijambe .
2)       Penyelenggara pengkaderan di berbagai jenjang melalui sistem pengkaderan IPM yang sesuai dengan kebutuhan IPM     sijambe .
3)       Pekembangan sistem seleksi pimpinan yang selektif dan bermutu sehingga terciptanya rekuitmen yang bertanggungjawab.
4)       Koordinasi dengan Muhammadiyah berserta Ortomnya dalam rangka transformasi kader persyarikatan (SDM) jangka panjang.
5)       Mengintensifkan pembinan kader secara bertahap dan memberikan keterampilan, motivasi dan pembekalan lain dalam mengelola pengkaderan IPM.
6)       Mengadakan kegiatan Taruan Melati 1 dan 2 dan latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di tingkat   .
7)       Mengikuti kegiatan Kemah Seni Ilmu dan Pengetahuan (KSIP) PD IPM Kabupaten Pekalongan

6.        Bidang Kajian Dakwah Islam (SDI)
Bidang ini diarahkan pada penanaman nilai – nilai islam secara keritis, sehingga dapat membangun indetitas pelajar muslim yang berahlak karimah, karena itu, bidang ini memiliki program :
1)       Mengintensifkan kajian dan pendampingan Keislaman.
2)       Penyempurna dan sosialisasi konsep dakwah IPM.
3)       Penembangan kegiatan yang berorientasi pada dakwah di kalangan pelajar.
Rincian Program Kerja
1)       Melakukan pengkajian Islan secra formal dan penelitian dalam rangka menyusun strategi untuk mengembangkan dakwah di kalangan pelajar.
2)       Membentuk komunitas dakwah pelajar disemua level pimpinan untuk meningkatkan imtaq.
3)       Mengadakan kajian keislaman rutin disemua level pimpinan dan umum.
4)       Mengembangkan syiar Islam melalalui berbagai media.
5)       Menyusun dan mensosilisasikan pedoman pengkajian ke – Islaman
6)       Penyeleksian budaya – budaya non Islam yang telah menyebar luas di masyrakat dan pemenuhan kebutuhan pelajar islami (buku – buku Islami).
7)       Mengadakan kegiatan pekan dakwah atau syafari Ramadhan.
8)       Mengadakan pelatihan Da’i Muda Muhammadiyah dan pelatihan Asatid.

7.        Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP)
Bidang ini diarahkan pada terciptanya tradisi berpikir keritis, penguasaan ilmu penegtahuan teknologi di kalangan pelajar dalam bingkai nilai – nilai kemanusiaan karena itu bidang ini memiliki program :
1)       Menciptakan tradisi berpikir kritis di kalangan pelajar melalui pemberdayaan tradisi baca dan tulis.
2)       Peningkatan kualitas ilmu pengetahuan melalui adanya komunitas komunikasi kreatif dan ilmiah di kalangan pelajar.
3)       Penyadaran akan pentingnya menguasai teknologi.

Rincian Program Kerja
1)       Pembentukan dan pembinaan KIR ditingkat ranting melalui koordinasi PIP IPM
2)       Merintis dan mengembangkan budaya baca , tulis melalui media cetak (bulletin)  
3)       Mejalin dengan lembaga lain yang dapat mendukung penigkatan kulitas SDM dan menguatkan jaringan PC IPM.        
4)       Mengadakan kegiatan Studi banding dengan IPM Ranting/Cabang lain
5)       Mengadakan Seminar/workshop tentang permasalahan yang aktual dan kontemporer.
6)       Mengadakan kegiatan motivasi training bagi para pelajar.
Mengadakan Pelatihan Jurnalistik.